Jakarta – Serangan WannaCrypt atau disebut juga WannaCry sempat melanda beberapa rumah sakit di Indonesia. Dan dikhawatirkan meluas pada Senin hari ini seiring orang masuk kantor. Bagaimana perkembangan terakhir?

Saat dihubungi detikINET, Senin (15/5/2017), Ketua Bidang Keamanan Internet Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Agus Supriyadi menyatakan hingga Senin siang belum ada laporan serangan lagi. Ia pun berharap tidak ada korban bertambah yang terkena WannaCrypt.

“Sejauh ini belum ada laporan lagi. Mudah-mudahan semuanya aman,” sebutnya.

APJII dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan pertemuan Minggu Malam (14/5/2017) di kantor Kominfo. Pertemuan tersebut dihadiri Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan serta perwakilan bagian keamanan digital dari sejumlah industri.

“Dalam pertemuan tersebut dibahas bagaimana mengantisipasi serangan Ransomeware WannCry. Karena banyak institusi dan perusahaan yang baru mengaktifkan kembali komputer pada Senin ini setelah libur akhir pekan kemarin,” kata Agus.

Adapun upaya yang dicetuskan adalah dengan menggencarkan himbauan untuk melakukan antisipasi saat sebelum mengaktifkan komputer di kantor. Langkah-langkahnya bisa disimak di link ini.

Agus menambahkan pertemuan semalam juga menghasilkan rencana untuk membentuk emergency response team. Isinya mereka yang punya peran dalam keamanan digital di masing-masing industri.

“Nanti di tiap industri harus ada perwakilannya sehingga jika ada hal seperti ini (serangan ransome) lebih cepat koordinasinya. Bisa jadi perpanjangan awareness juga,” katanya. (afr/fyk)

×
Ada yang bisa saya bantu ?

Fast Response